Viola Harahap Luncurkan Album Candu di CFD Jakarta, Aransemen Baru Lagu Legendaris Asmara Jadi Sorotan

Musiclive.id | Suasana Car Free Day (CFD) di kawasan Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI), Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (5/7), berubah menjadi panggung perayaan musik ketika penyanyi muda Viola Harahap resmi meluncurkan album terbarunya bertajuk Candu. Di tengah ribuan warga yang menikmati akhir pekan, Viola memperkenalkan karya yang menjadi tonggak baru dalam perjalanan kariernya sebagai penyanyi.

Peluncuran album di ruang terbuka menjadi pilihan yang tak biasa. Alih-alih menggelar acara eksklusif di dalam gedung, Viola memilih menyapa masyarakat secara langsung. Keputusan tersebut menciptakan suasana yang hangat sekaligus memperlihatkan kedekatan penyanyi muda itu dengan para penikmat musik lintas usia.

Album Candu, Simbol Pendewasaan Bermusik

Album Candu menjadi proyek penuh pertama Viola setelah sebelumnya merilis tiga single yang memperkenalkan karakter vokalnya kepada publik. Lewat album ini, ia menampilkan eksplorasi musikal yang lebih matang, mulai dari aransemen yang lebih kaya hingga interpretasi lagu yang semakin emosional.

Peluncuran album ini juga menjadi penegasan bahwa Viola tidak sekadar hadir sebagai penyanyi pendatang baru, melainkan tengah membangun identitas musik yang kuat melalui pemilihan repertoar dan kualitas produksi.

Lagu Legendaris Asmara Hadir dengan Wajah Baru

Salah satu lagu yang paling menyita perhatian dalam album Candu adalah Asmara, karya legendaris ciptaan Chossy Pratama yang pernah dipopulerkan Novia Kolopaking.

Di tangan musisi Dwiki Dharmawan, lagu tersebut mendapatkan sentuhan aransemen orkestra yang megah. Nuansa klasik yang selama ini melekat tetap dipertahankan, namun diperkaya dengan warna musikal yang lebih modern sehingga terdengar segar tanpa kehilangan kekuatan emosionalnya.

Bagi Viola, membawakan Asmara merupakan impian yang akhirnya terwujud.

Sejak remaja saya sudah menyukai lagu Asmara. Ketika banyak lagu lawas diaransemen ulang, saya selalu berharap suatu hari bisa membawakannya. Alhamdulillah akhirnya berjodoh dengan lagu ini,” ujar Viola.

Pemilihan lagu tersebut juga melalui proses diskusi bersama manajemen yang menaungi penyanyi senior Ita Purnamasari. Setelah menyeleksi sejumlah lagu lawas, Asmara dinilai paling sesuai dengan karakter vokal sekaligus identitas musikal Viola.

READ  Meha Rilis Single "Ada Rasa", Kisahkan Ghosting dan Pahitnya Move On dengan Nuansa Retro

Menghidupkan Kembali Lagu Indonesia Lintas Generasi

Fenomena mengaransemen ulang lagu-lagu klasik Indonesia semakin mendapat tempat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, tantangan terbesar bukan sekadar menghadirkan kemasan baru, melainkan tetap menjaga ruh dari lagu aslinya.

Melalui Asmara, Viola mencoba menjembatani dua generasi pendengar. Pecinta musik era 1990-an masih dapat menikmati nuansa nostalgia, sementara generasi muda memperoleh pengalaman mendengarkan lagu klasik dengan kemasan yang lebih relevan.

Pendekatan semacam ini menjadi salah satu strategi yang dapat memperpanjang usia karya-karya legendaris Indonesia agar tetap hidup di tengah perubahan tren industri musik.

Menyeimbangkan Karier Musik dan Dunia Akademik

Di balik aktivitas panggung yang semakin padat, Viola tetap menempatkan pendidikan sebagai prioritas. Saat ini ia tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Pancasila melalui program kelas karyawan.

Sistem perkuliahan hybrid memungkinkan dirinya membagi waktu antara jadwal kuliah dan aktivitas bermusik.

“Bagi saya pendidikan tetap penting. Dulu saya lebih fokus membangun karier, sekarang baru ada kesempatan melanjutkan kuliah. Saya ingin keduanya berjalan seimbang,” tuturnya.

Komitmennya di dunia akademik pun membuahkan hasil. Viola dipercaya menjadi Duta Fakultas Psikologi Universitas Pancasila setelah melalui proses seleksi akademik dan wawancara. Pengalaman tersebut menjadi motivasi tambahan untuk terus berkembang, baik sebagai mahasiswa maupun sebagai seniman.

Disambut Hangat Ribuan Pengunjung CFD

Peluncuran album Candu berlangsung meriah. Penampilan Viola di panggung terbuka kawasan Jalan HR Rasuna Said berhasil menarik perhatian pengunjung CFD yang memadati lokasi sejak pagi.

Sejumlah pengunjung tampak ikut bernyanyi ketika Viola membawakan lagu-lagu dalam albumnya, terutama saat membawakan Asmara. Antusiasme tersebut menjadi sinyal positif terhadap penerimaan publik terhadap karya terbarunya.

Bagi Viola, momen peluncuran album di tengah ruang publik memiliki makna tersendiri karena menghadirkan interaksi langsung dengan masyarakat, sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap para pendengar yang selama ini mengikuti perjalanan kariernya.

READ  Valentine Night W. HIVI! di Movenpick Hotel: Rayakan Malam Kasih Sayang dengan Musik Romantis

Membuka Babak Baru Karier

Melalui album Candu, Viola Harahap berharap dapat memperluas jangkauan pendengarnya sekaligus memperkenalkan kembali kekayaan lagu-lagu Indonesia kepada generasi yang lebih muda.

Album ini bukan hanya menjadi penanda pendewasaan musikal seorang Viola Harahap, tetapi juga menunjukkan bahwa karya-karya legendaris Indonesia tetap memiliki daya tarik kuat ketika dipresentasikan melalui aransemen yang segar, berkualitas, dan tetap menghormati esensi lagu aslinya.

Latest

- Advertisement - spot_img

You might also like...