“Bisikan Desa Gringsing” Cetak Sejarah! Film Horor Indonesia Pertama Gunakan Teknologi Virtual Production

Musiclive.id | Industri perfilman Indonesia kembali mencatat langkah baru. Film horor Bisikan Desa Gringsing menjadi film horor Indonesia pertama yang memanfaatkan teknologi Virtual Production (VP) dengan dukungan LED volumetric stage berstandar internasional.

Teknologi tersebut memungkinkan lingkungan digital ditampilkan secara real time sehingga para pemain dapat berinteraksi langsung dengan dunia virtual yang terlihat nyata selama proses syuting.

Sutradara Ivander Tedjasukmana menyebut penggunaan teknologi tersebut bukan sekadar mengikuti tren, tetapi untuk meningkatkan kualitas pengalaman sinematik.

“Virtual Production memberi tantangan baru bagi seluruh kru, tetapi hasil visual yang dihadirkan jauh lebih imersif sehingga penonton bisa merasakan atmosfer yang berbeda,” ujar Ivander.

Melalui teknologi tersebut, suasana Desa Gringsing yang dipenuhi kabut, lorong-lorong gelap, hingga elemen supranatural dapat divisualisasikan dengan lebih realistis.

Pemeran utama Aghniny Haque juga merasakan tantangan tersendiri saat menjalani proses produksi.

“Sebagian besar lokasi dibangun secara virtual sehingga saya harus membayangkan situasi yang belum benar-benar ada di depan mata. Itu pengalaman baru yang sangat menarik,” kata Aghniny.

Didukung visual yang lebih sinematik dan pendekatan cerita yang mengedepankan atmosfer dibanding efek kejut semata, Bisikan Desa Gringsing diharapkan menjadi tonggak baru perkembangan teknologi perfilman nasional saat tayang pada 24 September 2026. nic

READ  Jakarta Fair Music Concert 2025: Pesta Musik 25 Hari dengan Lintas Generasi, dari Slank hingga JKT48!

Latest

- Advertisement - spot_img

You might also like...