Musiclive.id | Sutradara Kamila Andini kembali membawa karya terbarunya ke Toronto International Film Festival (TIFF). Film “Empat Musim Pertiwi” dipastikan menjadi salah satu film yang menggelar World Premiere dalam gelaran TIFF 2026.
Film produksi Forka Films tersebut akan menggunakan judul internasional “Four Seasons In Java” dan masuk dalam program Centrepiece. Program tersebut menjadi ruang bagi karya-karya pilihan dari sineas berbagai negara.
TIFF 2026 akan berlangsung pada 10–20 September 2026. Bagi Kamila Andini, kehadiran kembali di festival tersebut menjadi momentum penting setelah sebelumnya meraih Platform Prize melalui film “Yuni” pada 2021.
Kali ini, Kamila menghadirkan film dengan pendekatan yang lebih berani dari sisi genre. “Empat Musim Pertiwi” memadukan psychological drama, sci-fi, magical realism, western, dan misteri.
Film tersebut diperkuat oleh penampilan Putri Marino, Arya Saloka, Christine Hakim, dan Hana Pitrashata Malasan.
Di balik produksinya, terdapat nama Ifa Isfansyah yang berperan sebagai produser. Ia turut mempertemukan kembali sejumlah kreator yang sebelumnya bekerja dalam serial “Gadis Kretek”.
Salah satu hal menarik dari film ini adalah pemilihan Gunung Bromo sebagai lokasi utama cerita. Kamila Andini sengaja menggunakan lanskap tersebut untuk memperkuat gagasan mengenai hubungan manusia, alam, dan teknologi.
“Ini adalah metafora yang kuat untuk perjalanan karakter saya. Alam yang megah, namun bisa terasa sangat isolatif,” kata Kamila.
Keindahan Bromo dalam film tidak hanya dimanfaatkan sebagai latar visual. Lanskap tersebut menjadi bagian dari eksplorasi cerita yang mempertemukan alam dengan teknologi yang dapat memberikan manfaat sekaligus membawa kehancuran.
Setelah debut internasionalnya di TIFF 2026, film ini dijadwalkan hadir di bioskop Indonesia. “Empat Musim Pertiwi” akan tayang serentak di seluruh Indonesia mulai 8 Oktober 2026.
Kehadiran film tersebut di TIFF diharapkan semakin memperkuat eksistensi perfilman Indonesia di panggung festival internasional. nic


