Ada Cerita Ndarboy Genk di Balik Cidro Asmoro, Bukan Cuma Soal Musik

Musiclive.id | Bagi Daru Jaya, sosok di balik Ndarboy Genk, campursari bukan sekadar genre musik. Ada perjalanan hidup, persahabatan, mimpi, hingga berbagai dinamika yang membuat musik tersebut begitu dekat dengan kehidupannya.

Rasa itulah yang kemudian dibawa Daru ke film drama komedi musikal Cidro Asmoro, yang akan hadir di seluruh bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026. Film ini mempertemukan musik campursari dengan kisah persahabatan, romansa dan kehidupan di tengah derasnya popularitas media sosial.

Dalam ceritanya, Ndarboy Genk tengah mempersiapkan penampilan anniversary. Namun, persiapan tersebut justru diwarnai perbedaan pilihan dan pendapat yang mulai menguji kekompakan kelompok yang selama ini tumbuh bersama.

Menurut Daru, konflik dan persahabatan yang hadir dalam film tersebut terasa dekat dengan perjalanan Ndarboy Genk di dunia musik.

“Campursari buat saya bukan cuma musik, tapi bagian dari perjalanan hidup dan pertemanan kami di Ndarboy Genk. Di Cidro Asmoro, rasa itu yang ingin kami bawa. Ada mimpi, ada persahabatan, ada perbedaan, dan ada pilihan-pilihan yang kadang menguji orang-orang yang tumbuh bersama kita,” ujar Daru Jaya.

Cerita kemudian berkembang ketika hadir Prita, seorang karyawan kafe yang mendadak viral setelah video dirinya bernyanyi dan berjoget tersebar di media sosial. Popularitas yang datang secara tiba-tiba membuka kesempatan baru sekaligus menghadirkan dinamika dalam perjalanan Ndarboy Genk.

Kehadiran Prita menjadi pintu masuk bagi film untuk membicarakan bagaimana popularitas digital dapat mengubah kehidupan seseorang dalam waktu singkat. Kesempatan baru, ambisi dan perubahan hubungan dengan orang-orang terdekat menjadi bagian dari konflik cerita.

Aji Fauzi dari Adglow Pictures mengatakan, tantangan utama produksi adalah membuat musik, komedi, drama dan budaya Jawa menyatu sebagai bagian dari cerita.

READ  SoundbLAst 2025 Siap Meledak di Solo! 9 Musisi Top dari Threesixty hingga For Revenge Ramaikan Panggung Spektakuler

“Tantangan paling menarik dalam membuat Cidro Asmoro adalah menyatukan musik, komedi, drama, dan warna Jawa agar semuanya menjadi bagian utuh dari cerita, bukan sekadar tempelan,” kata Aji.

Menurutnya, identitas Jawa tetap dipertahankan, tetapi dikemas dengan pendekatan yang diharapkan dapat diterima penonton lintas generasi.

“Kami ingin identitas Jawa tetap terasa kuat, tetapi dikemas dengan cara yang relevan dan bisa dinikmati penonton yang lebih luas, termasuk generasi muda,” lanjutnya.

Selain menghadirkan musik campursari, Cidro Asmoro juga mencoba menangkap realitas kehidupan masyarakat di era media sosial. Satu video dapat mengubah seseorang dari orang biasa menjadi sosok yang dikenal publik.

Bagi Daru, kedekatan antara cerita film dan perjalanan bermusik menjadi alasan campursari memiliki posisi penting dalam Cidro Asmoro.

“Meskipun ceritanya ringan dan menghibur, ada bagian yang rasanya dekat banget dengan perjalanan kami sendiri,” tutur Daru.

Cidro Asmoro merupakan produksi VISION+, Adglow Pictures, Hompimpa Sinema, dan Kreator Visual Indonesia. Film berdurasi 106 menit ini disutradarai Senoaji Julius dan dibintangi Daru Jaya, Happy Asmara, Jodilee Warwick, Erick Estrada, Andra Bagindas serta sejumlah pemain lainnya. Film Cidro Asmoro dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026. nic

Latest

- Advertisement - spot_img

You might also like...