Musiclive.id | Perjalanan KOLKEN di dunia musik dimulai sejak 1 Mei 2010. Lebih dari satu dekade kemudian, band asal Jakarta ini masih membawa semangat yang sama: memainkan musik rock dengan energi besar sekaligus menghadirkan lirik yang dekat dengan realitas kehidupan.
KOLKEN memulai perjalanan dengan formasi awal yang diisi Rucky Markiano, Ylur, Oscar dan Turbo. Seiring waktu, perubahan personel menjadi bagian dari proses panjang mereka hingga akhirnya terbentuk formasi yang kini terdiri dari Katon, Krisnandra, Ricky Wang, Rucky Markiano dan Danel Elang.
Karya pertama dalam format album hadir melalui KOLKEN pada 2012. Album debut tersebut menjadi tonggak penting karena menghadirkan “Main Belakang” sebagai salah satu lagu yang dikenal dari fase awal perjalanan mereka.
Album itu juga tidak berhenti pada pasar domestik. Karya KOLKEN kemudian masuk ke bursa musik internasional melalui FMC Music Malaysia.
Setelah memasuki jalur independen, KOLKEN kembali memperkenalkan karakter musikalnya melalui single “Puspita” pada 2015. Eksplorasi kemudian berlanjut lewat “Move On” pada 2017.
Fase berikutnya ditandai dengan kehadiran EP FIRE pada 2019 di bawah Entinc Record. Karya tersebut memperlihatkan konsistensi KOLKEN dalam mempertahankan energi rock sembari mengeksplorasi aransemen yang lebih modern.
Setahun berselang, KOLKEN merilis “Kita Laki-Laki”. Lagu ciptaan Krisnandra ini membawa pesan mengenai motivasi dan ketangguhan, dibalut karakter hard rock yang menjadi salah satu ciri musik mereka.
Karya tersebut kemudian mendapatkan tempat di ruang digital. Video musik “Kita Laki-Laki” di kanal resmi KOLKEN telah mencatat lebih dari 87 ribu views.
KOLKEN juga memiliki “70 Nanti” yang menjadi salah satu karya dengan performa digital cukup menonjol. Video musiknya tercatat telah melewati angka 120 ribu penayangan di YouTube.
Selain dua lagu tersebut, katalog KOLKEN juga mencakup “Pahlawan Hati”, “Kirana Hati” dan “Bagaimana Caranya”. Seluruh karya tersebut memperlihatkan rentang perjalanan musikal band dari masa ke masa.
Kini, karya-karya KOLKEN terus beredar melalui berbagai platform streaming global seperti Spotify dan Apple Music. Sementara itu, YouTube menjadi salah satu kanal penting untuk mendokumentasikan perjalanan dan memperluas jangkauan musik mereka.
Perjalanan panjang tersebut menunjukkan bagaimana KOLKEN terus menjaga identitas rock sambil beradaptasi dengan perubahan cara pendengar menikmati musik di era digital. nic


