Deddy Dhukun Tampil Emosional di Konser Tribute to 2D, Kenang Dian Pramana Poetra

Musiclive.id | Momen emosional mewarnai penampilan Deddy Dhukun dalam “Konser Tribute to 2D” di deConcert Room, Deheng House, Kemang, Jakarta Selatan. Di tengah kemeriahan konser yang menghadirkan sejumlah musisi lintas generasi, Deddy harus kembali mengenang perjalanan panjang bersama pasangan duonya, almarhum Dian Pramana Poetra.

Deddy Dhukun menjadi penampil utama sekaligus sosok yang membawa penonton menyelami kembali perjalanan musik 2D. Sebagai salah satu anggota 2D yang masih aktif berkarya, kehadirannya di atas panggung terasa istimewa karena kali ini ia tampil tanpa Dian yang telah berpulang.

Konser yang digelar Deheng House bekerja sama dengan Bookcabin dan DMC tersebut memang dirancang sebagai pertunjukan penuh nostalgia. Sejumlah lagu legendaris 2D dibawakan oleh penyanyi dari berbagai generasi sebelum akhirnya Deddy tampil sebagai penutup.

Saat berada di atas panggung, Deddy membawakan sejumlah nomor yang telah melekat dengan perjalanan 2D, di antaranya “Puji Syukur”, “Biru”, “Masih Ada”, “Sebelum Aku Pergi”, “Kusadari”, hingga “Jalan Masih Panjang”.

Lagu-lagu tersebut seolah menjadi medium bagi Deddy untuk kembali mengajak penonton menelusuri perjalanan panjang 2D. Setiap nomor yang dinyanyikan membawa cerita mengenai waktu, kehilangan, cinta, harapan, serta keteguhan untuk terus melangkah.

Penampilan Deddy semakin terasa emosional karena sosok yang selama bertahun-tahun menjadi partner bermusiknya, Dian Pramana Poetra, tidak lagi berada di sampingnya. Meski demikian, karya-karya yang pernah mereka lahirkan bersama tetap mendapatkan tempat istimewa di hati penikmat musik Indonesia.

Sebelum Deddy tampil, panggung telah diisi sejumlah penampil dengan interpretasi masing-masing terhadap karya 2D. Pesona Tiga Suara yang merupakan anak-anak Deddy Dhukun dan Dian Pramana Poetra membuka konser dengan membawakan “Jatuh Hatiku”, “Esok Kan Masih Ada”, “Sepanjang Jalan Tol”, dan “Bohong”.

READ  Lewat "HOMPIMPA", MARBLES Siap Hipnotis Penonton MASA Singapore

Kemudian Shandy Sondoro membawakan “Semua Jadi Satu, Jakarta” dan “Aku Jadi Bingung”, sementara Andien menghadirkan “Aku Ini Punya Siapa”, “O Ya”, dan “Kau Seputih Melati” dengan sentuhan vokal lembut dan jazzy.

Wijaya 80 yang beranggotakan Ardhito Pramono, Erikson Jayanto, dan Hezky Joe juga memberikan interpretasi terhadap sejumlah lagu 2D, seperti “Yang Terbaik untuk Kita”, “Melati di Atas Bukit”, “Melayang”, dan “Keraguan”.

Rangkaian penampilan tersebut menjadi pengantar sebelum Deddy Dhukun hadir sebagai pamungkas. Perbedaan karakter setiap penampil membuat karya-karya 2D kembali terdengar dengan warna yang beragam tanpa kehilangan ruh dari lagu aslinya.

Bagi Deddy, malam tersebut bukan sekadar pertunjukan musik. Panggung “Tribute to 2D” menjadi ruang untuk merayakan karya yang telah ia bangun bersama Dian sekaligus mengenang perjalanan panjang mereka di industri musik Indonesia.

Konser tersebut juga menunjukkan bahwa karya 2D masih memiliki tempat di hati pendengar lintas generasi. Lagu-lagu yang pernah populer pada masanya kembali diperdengarkan melalui interpretasi musisi masa kini, sekaligus memperkenalkan warisan musikal 2D kepada generasi yang lebih muda.

Direktur Utama Deheng House, Amaliah Ananda Abadi, mengatakan pihaknya ingin menjadikan ruang pertunjukan tersebut sebagai tempat yang dapat mempertemukan musisi dari berbagai generasi.

“Deheng House percaya bahwa musik Indonesia memiliki kekuatan yang luar biasa, bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan budaya dan identitas kita,” ujar Amaliah.

Menurutnya, “Konser Tribute to 2D” merupakan salah satu bentuk penghormatan terhadap perjalanan para legenda musik Indonesia sekaligus membuka kesempatan bagi generasi berikutnya untuk terus berkarya.

Penampilan Deddy Dhukun bersama para penampil malam itu pun menjadi penutup yang sarat makna. Bukan hanya tentang nostalgia, tetapi juga tentang bagaimana sebuah karya dapat terus hidup meski waktu dan keadaan telah berubah.

READ  WOW MA Jadi Album Paling Matang The Changcuters, Hadirkan Evolusi Rock 'n Roll Setelah Dua Dekade Berkarya

Melalui lagu-lagu 2D, Deddy seakan menunjukkan bahwa perjalanan masih panjang dan karya yang telah dilahirkan bersama Dian Pramana Poetra akan terus menjadi bagian dari sejarah musik Indonesia. nic

Latest

- Advertisement - spot_img

You might also like...