Bukan Bertanya, Mansyur S Justru Minta Nasihat Rhoma Irama soal Masa Depan Dangdut

Musiclive.id | Suasana diskusi tentang masa depan musik dangdut di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, mendadak menjadi hangat ketika pedangdut senior H. Mansyur S mengangkat tangan.

Mansyur yang selama puluhan tahun menghiasi panggung musik dangdut awalnya diduga hendak mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Namun, yang keluar justru permintaan sederhana kepada sahabat sekaligus seniornya, Rhoma Irama.

“Ji, kita kan sudah sama-sama tua. Makanya ane minta Haji memberikan petuah atau masukan agar musik dangdut bisa terus eksis dan berkembang di kalangan generasi muda?” kata Mansyur S.

Momen tersebut membuat Rhoma sempat tersentak sebelum tersenyum. Sang Raja Dangdut kemudian memberikan jawaban yang menekankan pentingnya keikhlasan generasi senior dalam menyerahkan tongkat estafet kepada anak muda.

“Kita harus legowo menerima estafet. Setiap masa ada orangnya,” ujar Rhoma.

Menurut Rhoma, generasi senior tidak perlu merasa kehilangan ketika anak muda membawa dangdut ke arah yang berbeda. Perubahan tersebut justru menunjukkan bahwa musik masih memiliki ruang untuk berkembang.

“Jadi jangan pernah takut dangdut ditinggal generasi muda. Kita yang sudah tua tinggal mengarahkan dan mengawal,” katanya.

Nasihat tersebut juga berlaku dalam menghadapi perubahan teknologi. Cara anak muda menemukan musik, membuat karya, dan membagikannya kepada publik telah berubah seiring berkembangnya platform digital.

Rhoma mengatakan generasi muda harus diberi kebebasan untuk menemukan bentuk ekspresinya sendiri. Namun, ia tetap menekankan pentingnya menjaga nilai dan etika.

“Yang penting tetap menjaga norma agama dan akhlak mulia. Itu sesuai dengan perjuangan PAMDI selama ini,” tutur Rhoma.

Bagi Mansyur S, permintaan tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap keberlangsungan musik dangdut. Setelah melewati berbagai era, keberadaan dangdut pada masa mendatang akan sangat bergantung pada proses regenerasi.

READ  D’MASIV Siap Go Global Dan Tetap Menjadi D’MASIV

Percakapan dua senior tersebut kemudian menjadi bagian menarik dari diskusi “Kelas Literasi Sinema Jadi Ruang Promosi Dangdut Menuju UNESCO”. Forum itu turut membahas bagaimana dangdut dapat terus diperkenalkan dan diwariskan kepada masyarakat luas.

Bagi Rhoma, keberlanjutan dangdut tidak berarti generasi baru harus mengulang apa yang sudah dilakukan generasi sebelumnya. Mereka justru perlu mendapatkan kesempatan untuk menemukan cara sendiri dalam mencintai musik tersebut.

“Kita yang tua mengawal, yang muda meneruskan,” kata Rhoma.

Pesan tersebut menjadi penutup yang sederhana tetapi menggambarkan perjalanan panjang dangdut: generasi lama menjaga akar, sementara generasi baru membawa musik tersebut menuju ruang dan zaman yang berbeda. nic

Latest

- Advertisement - spot_img

You might also like...