What a Duo! Reyhan Naufal dan Balawan Satukan Harmonika dan Gitar dalam Dialog Jazz

Musiclive.id | Apa jadinya ketika harmonika bertemu gitar dalam sebuah pertunjukan jazz? Kolaborasi Muhamad Reyhan Naufal dan I Wayan Balawan memberikan jawabannya melalui permainan yang tidak sekadar menyatukan dua instrumen, tetapi juga menghadirkan dialog musikal yang saling merespons.

Harmonika yang dimainkan Rey, sapaan Muhamad Reyhan Naufal, bertemu dengan karakter gitar Balawan yang dikenal kaya eksplorasi. Keduanya tidak terpaku pada pola gitar sebagai pemimpin melodi dan harmonika sebagai pengisi latar. Mereka bergantian mengambil ruang, memancing respons, dan membangun improvisasi bersama.

Dinamika itu kembali terlihat ketika keduanya tampil di The Papandayan Jazz Festival pada awal Oktober 2026. Bersama para musisi pengiring, Rey dan Balawan menyuguhkan pertunjukan sekitar 60 menit yang mendapat sambutan antusias penonton pada malam terakhir festival.

Dari London, Kolaborasi Berlanjut ke Berbagai Festival

Kolaborasi Rey dan Balawan berawal dari pertemuan spontan di SOAS Auditorium, SOAS University, kawasan Bloomsbury, London. Saat Balawan sedang tampil, Rey memberanikan diri untuk bergabung dalam sesi jamming.

Dari pertemuan tersebut, keduanya menemukan kecocokan dalam selera dan pendekatan bermusik. Kesamaan itu kemudian membawa mereka tampil bersama di sejumlah panggung internasional.

Rey dan Balawan tampil di Seoul International Harmonica Festival pada 2018, 2019, dan 2023. Keduanya juga tampil di Melbourne pada 2019, lalu kembali berkolaborasi di Asia Pacific Harmonica Festival di Jiangyin, China, pada Juli 2026.

Bagi keduanya, pertemuan harmonika dan gitar membuka ruang untuk mengeksplorasi musik tanpa harus membatasi peran setiap instrumen. Improvisasi menjadi bagian penting dari penampilan, karena masing-masing musisi dapat merespons permainan rekannya secara langsung.

Reyhan Naufal, Pemain Harmonika yang Menjelajahi Jazz dan Blues

Rey lahir di Jakarta pada 15 Desember 1997. Ia tidak pernah menempuh pendidikan musik formal dan merupakan lulusan Bachelor of Arts in Economics dari Coventry University, Inggris.

READ  Melanie Subono Hidupkan Kembali Semangat Perjuangan Lewat Daur Ulang Lagu “Satu”

Meski latar pendidikannya bukan musik, Rey berkembang sebagai musisi, pemain harmonika, pendidik, sekaligus adjudicator. Ia aktif memperkenalkan harmonika diatonik dalam musik kontemporer, khususnya jazz, blues, dan berbagai bentuk musik improvisasi.

Harmonika yang berukuran kecil dan mudah dibawa itu ternyata memiliki ruang eksplorasi yang luas. Instrumen tersebut dapat merespons beragam bunyi, mengikuti dinamika permainan musisi lain, hingga membangun percakapan musikal dengan gitar.

Bersama Balawan, potensi itu terlihat ketika harmonika tidak hanya berfungsi sebagai pengiring. Rey dapat mengambil bagian melodi, merespons permainan gitar, dan memberikan warna berbeda pada komposisi yang dibawakan.

Balawan dan Eksplorasi Musik Barat-Timur

Balawan merupakan gitaris asal Gianyar, Bali, yang lahir pada 9 September 1972. Ia menempuh pendidikan di Australian Institute of Music, Sydney, dan menyelesaikan program diploma pada 1997.

Setelah menyelesaikan studi, Balawan kembali ke Indonesia dan mengembangkan perjalanan bermusiknya. Ia kemudian membentuk Batuan Ethnic Fusion, kelompok yang mengeksplorasi pertemuan musik Barat dan Timur melalui penggunaan instrumen tradisional Bali serta pendekatan musik modern.

Balawan juga dikenal dengan teknik touch tapping style dalam permainan gitar. Karakter permainannya memberikan ruang bagi eksplorasi ritme, harmoni, dan melodi, termasuk ketika berinteraksi dengan instrumen yang memiliki karakter berbeda seperti harmonika.

Dalam kolaborasinya dengan Rey, kekuatan gitar tidak digunakan untuk mendominasi. Sebaliknya, permainan Balawan menjadi bagian dari dialog yang terus berkembang sepanjang pertunjukan.

The Papandayan Jazz Festival Hadirkan Sesi Jam Session

Pada penampilan di The Papandayan Jazz Festival 2026, Rey dan Balawan didukung Doni Joesran pada keyboard, Dharrian Emilio pada drum, dan Jonathan pada bass.

Sesi jam session turut menghadirkan sejumlah musisi, yakni Aria Indra pada biola, Hari Pochang pada harmonika, serta drummer Dion Subyakto. Kehadiran mereka menambah variasi interaksi di atas panggung.

READ  Berawal dari Kampus, SPEARS Band Siap Melangkah ke Industri Musik Indonesia

Perpaduan gitar, harmonika, bass, drum, dan keyboard membangun warna suara yang lebih kaya. Pada saat bersamaan, kedua pemain utama tetap memberikan ruang bagi satu sama lain untuk mengeksplorasi melodi.

Balawan juga menyisipkan momen interaktif dengan mengajak penonton ikut membuat lagu. Pendekatan ini membuat pertunjukan terasa lebih dekat dengan penonton, tanpa menghilangkan fokus pada eksplorasi musik.

Hal yang menarik dari kolaborasi ini adalah cara kedua musisi menjaga keseimbangan. Mereka seperti saling melempar pertanyaan melalui permainan instrumen, kemudian menjawabnya lewat melodi dan improvisasi berikutnya.

Agenda Musik Reyhan Naufal dan Balawan Selanjutnya

Di luar kolaborasi bersama Balawan, Rey ikut mengembangkan komunitas pemain harmonika bersama musisi senior Hari Pochang dan Sarah Saputri, pemain harmonika asal Bandung.

Pada Minggu, 25 Oktober 2026, Rey dijadwalkan berkolaborasi secara daring dengan Adam Glasser, pemain harmonika kromatik asal Inggris, dalam Harmica Summit.

Sementara itu, Rey dan Balawan juga dijadwalkan tampil di Music China, yang berlangsung pada 28–31 Oktober 2026 di Shanghai New International Expo Centre.

Agenda tersebut menjadi kesempatan berikutnya bagi keduanya untuk melanjutkan perjalanan musikal mereka. Dari pertemuan spontan di London hingga berbagai festival internasional, kolaborasi Rey dan Balawan menunjukkan bahwa harmonika dan gitar dapat menjadi dua suara yang saling melengkapi, sekaligus membuka ruang improvisasi yang menarik dalam musik jazz kontemporer. */Gideon Momongan

Latest

- Advertisement - spot_img

You might also like...