Jakarta, Musiclive.id | Di balik tembok penjara, ada kisah inspiratif Zul Zivlia, yang menemukan kedamaian dan kebahagiaan.
Meski menjadi pesakitan di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Zul Zivlia mampu menemukan arti sejati dari kesulitan yang dialaminya.
“Saya tidak menyesal atas apa yang terjadi. Semua ini adalah bagian dari rencana Allah SWT. Penjara ini telah mengubah hidup saya, memperbaiki perilaku dan akhlak saya,” ucap Zul Zivlia dengan mantap di kantor Menkumham, belum lama ini.
Bagi Zul Zivlia, penjara bukanlah kutukan, melainkan anugerah. Ia yakin jika tidak tertangkap, takdir buruk akan menimpanya. Namun, penjara memberinya kesempatan untuk berubah dan bertaubat.
“Dulu saya menzolimi keluarga saya dengan perbuatan saya. Sekarang, saya lebih dekat dengan Allah melalui ibadah dan kebaikan di dalam penjara,” cerita Zul dengan tulus.
Di balik jeruji, Zul bukan hanya merenung atas kesalahannya, tapi juga memberikan pengaruh positif kepada sesama narapidana. Ia menjadi pengajar seni, membentuk band, dan bahkan membimbing mereka yang terjerumus dalam radikalisme untuk kembali ke pangkuan NKRI dengan Pancasila sebagai pedoman.
“Penjara adalah tempat untuk bertobat dan merenung. Saya bersyukur atas takdir ini. Semoga ke depan, saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” tutup Zul Zivlia, dengan harapan baru dalam hati.
Kisah Zul Zivlia mengingatkan kita bahwa di setiap kesulitan, ada hikmah dan peluang untuk berubah menjadi lebih baik. (PR/Fjr) | Foto: Istimewa


