Musiclive.id | Setelah bertahun-tahun hidup di benak pembaca dan penonton layar lebar, kisah Kugy dan Keenan akhirnya menemukan rumah barunya di panggung teater. Musikal Perahu Kertas, adaptasi dari novel legendaris karya Dee Lestari, siap menyapa publik dengan cerita tentang keberanian menghidupkan kembali mimpi-mimpi yang sempat terpendam.
21 Pertunjukan, 23 Ribu Penonton, Satu Kisah Ikonis
Dipersembahkan oleh Indonesia Kaya dan Trinity Entertainment Network berkolaborasi dengan Trinity Youth Symphony Orchestra (TRUST), Musikal Perahu Kertas akan digelar di Ciputra Artpreneur, Jakarta, pada 30 Januari hingga 15 Februari 2026. Total 21 pertunjukan disiapkan untuk menjangkau lebih dari 23.000 penonton.
Pertunjukan ini membawa kembali perjalanan dua jiwa muda berdarah seni. Kugy, yang memilih dunia dongeng sebagai pelarian dari realita, dan Keenan, pelukis jenius yang hidup di bawah bayang ekspektasi ayahnya. Pertemuan mereka menjadi titik temu antara mimpi, cinta, dan pencarian jati diri—kisah yang terasa dekat dengan banyak generasi.
Tema “Hidupkan Lagi Mimpi-Mimpi”
Mengusung tema Hidupkan Lagi Mimpi-Mimpi, musikal ini menjadi debut Trinity Entertainment Network di panggung musikal sekaligus wujud komitmen jangka panjang Indonesia Kaya dalam mengembangkan ekosistem seni pertunjukan Indonesia.
Perjalanan Personal Para Pemeran

Alya Syahrani, pemeran Kugy, menyebut Musikal Perahu Kertas sebagai pengalaman artistik yang sangat personal.
Adaptasi ini memadukan musik, sastra, dan teater dalam satu pengalaman emosional yang hangat dan relevan, menjadikan Perahu Kertas bukan sekadar nostalgia, melainkan refleksi perjalanan hidup banyak orang.
“Ini panggung musikal ketujuhku sejak 2012, dan Perahu Kertas punya kedekatan emosional tersendiri karena berbicara tentang mimpi dan pencarian jati diri,” ujarnya.
Sementara Dewara Zaqqi yang memerankan Keenan mengaku ketertarikannya berangkat dari kecintaan pada novel dan film Perahu Kertas.
“Banyak pengalaman hidupku tercermin dalam Keenan. Aku berharap musikal ini membawaku selangkah lebih dekat pada mimpiku sebagai aktor,” katanya.
Karakter Pendukung yang Menguatkan Cerita
Selain dua tokoh utama, musikal ini melibatkan 38 pemeran dan 20 tim kreatif. Christoffer Nelwan sebagai Remi memaknai karakternya sebagai simbol ketulusan cinta, sementara Marsha Lavinia yang memerankan Luhde menyebut peran ini sebagai pintu masuk pertamanya ke dunia teater musikal.
“Aku belajar menyatukan bernyanyi, berakting, dan bercerita dalam satu pertunjukan,” ungkap Marsha.
Panggung Dinamis dan Eksplorasi Visual

Dari sisi artistik, Musikal Perahu Kertas menghadirkan konsep panggung berputar, permainan layer, proyeksi visual, hingga elemen puppetry.
Produser Eunike Elisaveta dan Chriskevin Adefrid menegaskan bahwa eksplorasi kreatif dilakukan secara mendalam agar penonton tetap terlibat dari awal hingga akhir pertunjukan.
21 Lagu, Dee Lestari Tampil Spesial
Musikal ini akan menampilkan 21 lagu yang memperkuat narasi, termasuk “Miliaran Manusia” dan “Agency” yang telah dirilis di platform digital. Sistem alternate cast diterapkan pada beberapa jadwal untuk menjaga kualitas penampilan.
Sebagai kejutan istimewa, Dee Lestari dijadwalkan tampil langsung pada pertunjukan 30 dan 31 Januari 2026.
Tiket Masih Tersedia
Tiket Musikal Perahu Kertas masih tersedia dan dapat dibeli melalui loket.com/musikalperahukertas.
Dengan kolaborasi lintas disiplin dan eksplorasi artistik yang matang, Musikal Perahu Kertas diharapkan menjadi tonggak penting sekaligus penanda bahwa mimpi—di atas panggung dan dalam hidup—selalu layak diperjuangkan.


