Bagus Ariatama Konsisten Berkarya di Dunia Film dan Musik Indonesia

Musiclive.id | Sosok Bagus Ariatama Fenty Syamsuddin tak asing lagi di dunia seni Tanah Air. Lahir dari keluarga berdarah seni, pria kelahiran Bogor, 30 Maret 1970 ini mewarisi bakat seninya dari sejumlah tokoh legendaris, seperti Ebet Kadarusman, duo penyanyi era 1950–1960-an “Rita dan Nita”, serta almarhumah Rosita yang pernah berduet dengan almarhum Benyamin S.

Karier Bagus di dunia seni dimulai sejak 1987 hingga 1989, saat ia membentuk duo kreatif “Arie – Ilant” bersama Virlanwana Langgong (Ilant) sebagai sutradara dan produser film.

Ia kemudian memperdalam ilmu sinematografi di Stamford College, Singapura (1989–1992), dan melanjutkan pendidikannya di Cinema City Co, Hong Kong (1992–1994), di mana ia belajar penulisan skenario, penyutradaraan, sinematografi, hingga produksi film.

“Hingga saat ini saya masih aktif di dunia film bersama rekan saya, Virlanwana Langgong. Selain itu, saya juga banyak menciptakan karya musik. Beberapa single saya bahkan telah dinyanyikan oleh penyanyi asal Malaysia,” ujar Bagus.

Beberapa karya musik ciptaan Bagus yang telah dirilis di antaranya adalah “Cerita Gue”, “Zalfa” yang dibawakan oleh artis Malaysia, serta “Jayanthi” yang merupakan lagu remix adaptasi dari lagu dangdut Sunda milik Ade Astrid. Dalam waktu dekat, ia juga akan merilis dua lagu baru berjudul “Bagus” dan “Banyak Pintu”, yang terinspirasi dari kutipan ayat-ayat Al-Qur’an, termasuk dari surat Ali Imran.

“Sebelumnya, saya juga telah merilis tiga lagu anak-anak yang dikelola oleh manajemen Mak Vera Zanobia,” tambahnya.

Kedekatan Bagus dengan mendiang Ebet Kadarusman—tokoh populer lewat acara Salam Canda di RCTI pada era 1990-an—menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya. Bagus bahkan terlibat langsung sebagai produser dalam acara tersebut dan juga menjadi desainer kreatif untuk program Arisan di TPI.

READ  Zul Zivilia: Meraih Kebahagiaan di Balik Jeruji

“Aki Ebet adalah paman dari nenek saya, Erny Maryani Kadarusman, yang juga bintang film era 1950-an. Sejak kepindahan Aki Ebet dari Australia, kami sering berjalan bersama dalam dunia hiburan,” kenangnya.

Di tengah pesatnya perkembangan era digital dan ketatnya persaingan di industri film dan musik Indonesia, Bagus Ariatama tetap berkomitmen untuk terus berkarya. Beberapa proyek film dan musik tengah ia siapkan sambil menanti dukungan dari investor yang tertarik memproduksi karyanya.

“Saya berharap masyarakat bisa menikmati karya-karya saya, baik film maupun musik. Semoga saya bisa menjadi penerus darah seni yang telah mengalir di keluarga besar saya. Aamiin,” tutupnya.

Latest

- Advertisement - spot_img

You might also like...