Suara Hati Kaum Terpinggirkan
Jakarta, Musiclive.id | Nama Anto Baret sudah tak asing lagi di kalangan penikmat musik jalanan dan aktivis budaya. Sebagai salah satu legenda hidup KPJ (Kelompok Penyanyi Jalanan), kiprah Anto Baret tak hanya sekadar bernyanyi di trotoar, melainkan menyuarakan nurani rakyat lewat lirik-lirik tajam dan penuh empati.

Kini, sang seniman jalanan kembali dengan karya penuh daya ledak bertajuk “Sketsa Jalanan“, sebuah album yang menjadi refleksi atas realitas sosial-politik negeri ini dari sudut pandang jalanan. Dirilis secara digital, album ini dapat dinikmati melalui berbagai platform musik streaming.
Album Sketsa Jalanan memuat sembilan lagu, yaitu:
Ayah Ibu
Lelaki Malam
Jl. Bulungan
Laskar Bingung
Jalanan
Sajak Orang-orang Penganggur
Sketsa Jalanan
Arwah
Kabar Damai
Disusun dengan gaya ballads rock yang bertenaga, album ini menyuguhkan komposisi padat berisi. Distorsi gitar yang menggema, dentuman bass yang menghentak, dan ketukan drum yang dinamis menyatu dalam alunan musik yang mengiringi vokal tegas dan penuh penjiwaan dari Anto Baret.
Tak hanya itu, album ini juga dimeriahkan oleh deretan musisi berkarakter kuat, seperti Toto Tewel, Mike dan Bob Marjinal, Tege Dreads, hingga Yose Kristian, yang turut memperkuat kualitas artistik sekaligus militansi pesan yang ingin disampaikan.
Sejak awal kemunculannya di akhir 1970-an, lagu-lagu Anto Baret dikenal menyuarakan kritik terhadap kekuasaan yang rakus, elit politik yang korup, serta menggugah empati terhadap kelompok masyarakat yang termarjinalkan. Namun, di balik kritik tajam itu, ada pula pesan persaudaraan, perdamaian, dan cinta tanah air yang disuarakan dengan penuh cinta dan keberanian.
Melalui Sketsa Jalanan, Anto Baret tidak hanya menyuguhkan musik, tetapi juga narasi sejarah sosial Indonesia dari kacamata rakyat kecil—sesuatu yang semakin jarang hadir dalam lanskap musik arus utama hari ini.

“Saya bukan hanya penyanyi, tapi saksi jalanan yang mencatat apa yang terjadi. Album ini adalah catatan hidup dari kami yang hidup di pinggiran,” ujar Anto Baret dalam salah satu kesempatan wawancara.
Keunikan album Sketsa Jalanan tidak hanya terletak pada aransemen rock-nya yang garang, tetapi juga pada kejujuran dan kekuatan liriknya. Setiap lagu seperti membuka lembaran kehidupan di jalanan, dari sudut gelap kota hingga harapan kecil yang tak pernah padam.
Bagi pendengar yang mencari musik dengan makna mendalam, album ini menjadi pengingat akan kekuatan musik sebagai alat perjuangan dan sarana memperkuat solidaritas sesama manusia. (Amin/Fjr) | Foto: Istimewa


