Bagindas Tampil Memukau di Depok Literacy Fest 2025, Nostalgia dan Pesan Literasi Berpadu Hangat

Musiclive.id | Hujan nostalgia dan semangat literasi membaur jadi satu di malam keenam Depok Literacy Fest 2025. Band Bagindas, yang dulu dikenal sebagai d’Bagindas, sukses membius ribuan penonton lewat deretan lagu hits mereka di lapangan Depok Open Space (DOS), Balaikota Depok, Sabtu malam (8/11/2025).

Sejak lagu pembuka “Empat Mata”, suasana langsung pecah. Penonton dari kalangan milenial hingga Gen Z tak canggung bernyanyi serempak, membuktikan bahwa karya Bagindas yang lahir di era 2010-an masih relevan di hati penggemar musik Indonesia. Lagu-lagu seperti “Buktikan”, “Maafkan”, hingga “Suka Sama Kamu” membawa penonton pada perjalanan memori yang hangat dan penuh energi.

“Ajang seperti ini bagus banget buat meningkatkan minat baca dan gerakan literasi generasi muda. Kalau bisa, festival seperti Depok Literacy Fest ini jadi agenda tahunan bahkan berskala nasional,” ujar Andra, vokalis Bagindas, kepada awak media.

Kemeriahan malam itu makin terasa ketika Camat Pancoran Mas, Mustakim, turut diajak naik ke panggung oleh personel Bagindas untuk bernyanyi. Meski sedikit gugup dan sempat membaca lirik lewat ponsel, penampilannya disambut tawa dan tepuk tangan hangat dari penonton.

Tak hanya penonton umum, jajaran pejabat seperti Kepala Diskarpus Kota Depok, Utang Wardaya, juga hadir. Ia menegaskan bahwa Depok Literacy Fest 2025 bukan sekadar hiburan, tapi juga gerakan sosial untuk memperluas akses literasi dan memperkuat ekosistem kreatif berbasis pengetahuan.

“Kami ingin menjadikan literasi sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat Depok,” ujar Utang Wardaya.

Semangat literasi dan regenerasi musisi

Menariknya, di sela penampilan, para personel Bagindas sempat berbagi pandangan tentang dunia musik dan pentingnya literasi. Ragil, sang drummer, menyoroti peran literasi dalam menghadapi derasnya arus informasi di media sosial.

READ  Budi Siswanto Ajak Warga Perkuat Kolaborasi Sambut HUT ke-499 Jakarta

“Sekarang banyak konten tanpa filter dan hoaks. Literasi itu penting biar kita bisa bedain mana informasi yang benar,” katanya.

Wendy, bassist Bagindas, menambahkan dengan guyonan yang mencairkan suasana.

“Iqro, iqro, bacalah! Itu kan juga pesan penting dalam Al-Qur’an,” ujarnya disambut tawa personel lain.

Bagindas sendiri kini beranggotakan Andra (vokal), Feri (gitar), Wendy (bass), dan Ragil (drum). Setelah sempat vakum akibat pandemi dan ditinggalkan pencipta lagu mereka, Mike, band ini kembali bangkit lewat kerja sama dengan Pay (Slank). Kolaborasi itu melahirkan album “Sinar Terang” berisi sembilan lagu dengan warna musik yang lebih matang dan penuh harapan. Single andalan mereka, “Tak Ada yang Dapat Menggantikanmu”, kini sudah tersedia di berbagai platform digital seperti Spotify dan YouTube.

Rencana tur dan optimisme musik Depok

Bagindas juga telah menyiapkan rangkaian tur nasional hingga awal 2026, di antaranya di Bontang (15 November), Malang (22 November), dan Ciamis.

“Agenda konser sampai Januari depan sudah aman,” ungkap Andra.

Sementara itu, Feri, gitaris yang asli Depok, optimis terhadap perkembangan musik di kotanya. Ia menilai banyak potensi band lokal yang tumbuh lewat komunitas seperti Margo Friday Jazz dan berbagai ajang Karang Taruna di tingkat kelurahan.

“Depok punya banyak talenta. Event seperti ini penting untuk menumbuhkan ekosistem musik dan kreativitas anak muda,” ujarnya.

Depok Literacy Fest 2025: literasi bertemu hiburan

Digelar sejak 3 hingga 9 November 2025, Depok Literacy Fest menyajikan beragam kegiatan seperti pameran buku dan mural, lomba tari tradisional, marawis dan hadroh, lomba mewarnai anak, serta talkshow bersama Rocky Gerung.

Penampilan Bagindas di malam Sabtu menjadi puncak kemeriahan sekaligus simbol harmonisasi antara budaya baca dan seni musik — dua hal yang sama-sama menumbuhkan daya pikir dan rasa.

READ  The Morbius Rilis Single “STOP JUDOL”, Seruan Keras untuk Hentikan Judi Online

Dengan energi nostalgia yang menggugah dan pesan literasi yang kuat, Bagindas tak hanya menghadirkan hiburan, tapi juga menjadi pengingat bahwa membaca, berkarya, dan menghargai proses adalah bagian dari perjalanan menjadi bangsa yang berbudaya.

Latest

- Advertisement - spot_img

You might also like...