Bukan Sekadar Jepret Foto, PFI Tangerang Bongkar Rahasia Menjadi Pewarta Foto Profesional

Musiclive.id | Langkah-langkah kaki puluhan mahasiswa dan anggota komunitas fotografi menyusuri lorong-lorong Pasar Lama, Kota Tangerang, pada Minggu (12/7/2026), bukan sekadar berburu gambar. Di balik bidikan kamera yang mereka arahkan kepada aktivitas pedagang, pengunjung, hingga wajah-wajah penuh cerita, tersimpan pelajaran berharga bahwa fotografi jurnalistik bukan hanya tentang menghasilkan foto yang indah, melainkan merekam fakta yang kelak menjadi bagian dari sejarah.

Pengalaman tersebut menjadi puncak dari rangkaian Hunting Bareng & Sharing Session yang digelar Pewarta Foto Indonesia (PFI) Tangerang selama dua hari. Setelah sehari penuh dibekali teori di Kedai Vroom Tampang, para peserta akhirnya merasakan langsung bagaimana menjadi seorang pewarta foto yang harus peka terhadap setiap peristiwa di sekitarnya.

Bagi banyak peserta, praktik lapangan itu mengubah cara mereka memandang sebuah kamera. Perangkat yang sebelumnya hanya digunakan untuk berburu estetika, kini dipahami sebagai alat untuk menyampaikan informasi secara jujur kepada masyarakat.

Ketua PFI Tangerang, Dery Ridwansah, mengatakan kegiatan tersebut memang dirancang agar peserta tidak hanya menguasai teknik memotret, tetapi juga memahami tanggung jawab besar yang melekat dalam setiap karya jurnalistik.

“Kami berusaha memberikan edukasi terkait foto jurnalistik dengan menghadirkan para profesional di bidangnya. Harapannya, kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran sekaligus kapasitas mahasiswa dalam memahami dan menghasilkan karya foto jurnalistik yang berkualitas,” ujar Dery.

Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi digital, kehadiran pewarta foto yang berintegritas menjadi semakin penting. Karena itu, PFI Tangerang terus menghadirkan berbagai program seperti PFI Goes to Campus, pameran foto, workshop, hingga pelatihan yang mempertemukan peserta dengan praktisi profesional.

Di ruang kelas, peserta juga diajak memahami perkembangan teknologi kamera mirrorless melalui pemaparan Adam, perwakilan PT Datascrip, distributor resmi Canon di Indonesia.

READ  Randy Martin Puji Totalitas Cinta Laura, Sebut Selalu Ingin Tampilkan Adegan Terbaik

Adam menjelaskan bahwa kemajuan teknologi telah memudahkan fotografer menghasilkan gambar berkualitas tinggi. Namun, kemampuan memilih perangkat sesuai kebutuhan tetap menjadi faktor penting dalam dunia profesional.

“Teknologi kamera saat ini berkembang sangat cepat. Yang terpenting adalah memahami kebutuhan pemotretan sehingga dapat memilih kamera dan lensa yang tepat, baik untuk foto jurnalistik maupun kebutuhan fotografi lainnya,” kata Adam.

Meski teknologi terus berkembang, Chief Foto European Pressphoto Agency (EPA) Indonesia, Mast Irham, mengingatkan bahwa kekuatan sebuah foto jurnalistik tetap berasal dari cara fotografer memahami sebuah peristiwa.

Ia menilai, saat ini hampir semua orang mampu menghasilkan foto yang tajam dan menarik. Namun, tidak semua mampu menghadirkan gambar yang berbicara dan memiliki nilai berita.

“Di era digital sekarang, semua orang bisa menghasilkan foto yang bagus. Namun, dalam foto jurnalistik, yang terpenting bukan hanya kualitas visual, melainkan bagaimana foto tersebut mampu menyampaikan informasi yang akurat, jujur, dan memiliki nilai berita,” tutur Mast Irham.

Melalui sejumlah karya hasil liputannya di berbagai daerah di Indonesia hingga penugasan internasional, Mast Irham memperlihatkan bagaimana sebuah foto dapat menjadi saksi bisu dari sebuah peristiwa besar.

Ia juga menjelaskan pentingnya memahami konteks, menentukan sudut pandang, serta membangun narasi visual melalui single photo maupun photo story.

“Fotografi bukan sekadar menghasilkan gambar yang menarik, melainkan menjadi media yang menyampaikan informasi secara akurat, jujur, dan memiliki nilai berita,” katanya.

Tak kalah penting, ia menekankan bahwa riset merupakan langkah awal yang wajib dilakukan sebelum seorang fotografer mengangkat kameranya.

“Sebelum melakukan hunting foto, seorang fotografer harus melakukan riset terlebih dahulu. Dengan memahami isu, lokasi, hingga karakter objek yang akan dipotret, fotografer akan lebih siap menghasilkan foto yang kuat secara visual maupun nilai jurnalistik,” jelasnya.

READ  Tiket Konser Super Diva Akan Tersedia Mulai Besok

Mast Irham juga mengingatkan bahwa profesionalisme seorang pewarta foto tidak hanya diukur dari hasil karya, tetapi juga dari kemampuannya menjaga keselamatan saat bertugas.

“Foto yang baik memang penting, tetapi keselamatan jauh lebih penting. Pewarta foto harus mampu membaca situasi dan memahami risiko sebelum memutuskan berada di titik peliputan,” tegasnya.

Di balik suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut, Ketua Pelaksana Edwin Budiarso mengaku bersyukur melihat tingginya minat masyarakat terhadap fotografi jurnalistik.

Menurut Edwin, jumlah peserta yang mendaftar bahkan melampaui kapasitas yang telah dipersiapkan panitia.

“Kami benar-benar tidak menyangka antusiasme masyarakat begitu besar. Jumlah peserta yang mendaftar bahkan melebihi kapasitas yang telah kami siapkan. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif seperti ini,” ungkap Edwin.

Kesan mendalam juga dirasakan Dewi, salah seorang peserta yang untuk pertama kalinya mengikuti pelatihan fotografi jurnalistik.

Ia mengaku datang dengan harapan belajar teknik memotret, tetapi pulang membawa pemahaman baru mengenai makna profesi pewarta foto.

“Saya sangat senang bisa mengikuti kegiatan ini. Acaranya sangat positif dan memberikan banyak manfaat karena saya jadi mengetahui dunia fotografi dan jurnalistik sekaligus. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut secara rutin agar semakin banyak anak muda bisa belajar langsung dari para profesional,” ujarnya.

Di penghujung kegiatan, kamera-kamera peserta memang dipenuhi ratusan hasil bidikan. Namun, lebih dari itu, mereka membawa pulang cara pandang baru bahwa setiap bingkai foto bukan hanya tentang cahaya, warna, atau komposisi. Setiap foto adalah cerita, setiap momen adalah fakta, dan setiap jepretan mengandung tanggung jawab untuk merekam kehidupan secara jujur bagi publik. nic

Latest

- Advertisement - spot_img

You might also like...