Ini Kami Nusantara 2026: Saat Lagu-Lagu Indonesia Menyatukan Generasi di Satu Panggung

Musiclive.id | Menjelang perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, panggung Gedung Usmar Ismail, Jakarta, dipenuhi semangat yang berbeda. Bukan hanya tentang pertunjukan musik, tetapi juga tentang mimpi, kesempatan, dan keberanian untuk menunjukkan karya di depan publik.

Melalui konser Ini Kami Nusantara 2026, PT Master Vokal Indonesia menghadirkan sebuah ruang yang mempertemukan lebih dari 160 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Didukung oleh BRI sebagai sponsor, konser ini menjadi wadah bagi talenta muda, penyanyi amatir, musisi, hingga pencinta musik yang ingin mengekspresikan kecintaannya terhadap lagu-lagu Indonesia.

Mengusung tema “Kami rindu menyediakan panggung untuk kamu yang rindu berkarya,” konser ini menghadirkan pesan yang sederhana, tetapi sangat dekat dengan banyak orang. Tidak semua orang memiliki kesempatan untuk tampil di atas panggung. Namun, bukan berarti mereka tidak memiliki kemampuan untuk berkarya.

Project Director Ini Kami Nusantara 2026, Ryan Toding, mengatakan bahwa konser ini memang dirancang untuk memberikan ruang bagi siapa saja yang memiliki minat di dunia musik.

“Kalau hari ini mereka masih disebut penyanyi amatir, tidak apa-apa. Ketika mereka diberikan kesempatan untuk berlatih dan dipersiapkan dengan baik, kita bisa melihat bagaimana mereka berkembang. Sebentar lagi kita lihat sendiri di panggung,” ujar Ryan.

Konser yang dipimpin oleh Haris The Brother sebagai Founder sekaligus Artistic Director ini membuktikan bahwa musik mampu menyatukan berbagai generasi. Peserta yang tampil tidak hanya berasal dari Jakarta, tetapi juga datang dari Bali, Palangkaraya, Medan, Pontianak, Surabaya, hingga Manado.

Rentang usia para peserta juga cukup menarik. Peserta termuda yang tampil masih berusia 7 tahun, sedangkan peserta tertua telah berusia 70 tahun. Perbedaan usia tersebut justru menjadi warna tersendiri yang menunjukkan bahwa musik tidak mengenal batas.

READ  PAPPRI LIVE Bakal Hadirkan Aksi Epik Fariz RM dan Tony Wenas di Surabaya

Menurut Haris The Brother, konser ini juga menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kembali lagu-lagu nasional kepada generasi muda.

“Konser hari ini bukan dibawakan oleh para selebritas, melainkan oleh anak-anak yang belajar vokal dan menyanyi. Ternyata, mereka juga bisa menjadi sarana untuk memperkenalkan lagu-lagu nasional agar terjadi regenerasi,” kata Haris.

Bukan tanpa alasan konser ini mengangkat tema kebangsaan. Haris menilai masih banyak lagu nasional karya anak bangsa yang mulai jarang didengar oleh generasi muda. Karena itu, lagu-lagu tersebut kembali dihadirkan melalui aransemen yang lebih segar dan lebih dekat dengan karakter anak muda.

Menariknya, seluruh peserta yang tampil tidak melewati proses seleksi yang rumit. Siapa saja yang ingin belajar diberikan kesempatan untuk ikut serta.

“Tidak ada seleksi. Semua orang bisa bernyanyi jika mau dilatih,” ujar Haris.

Meski sebagian besar peserta bukan penyanyi profesional, proses persiapannya dilakukan secara serius. Selama kurang lebih dua bulan, mereka menjalani latihan vokal, pendalaman lagu, koreografi, aransemen musik, hingga latihan kolaborasi.

Peserta yang berasal dari luar kota juga tetap mengikuti proses latihan secara daring sebelum akhirnya datang ke Jakarta untuk mengikuti latihan intensif menjelang konser.

Sebanyak lebih dari 20 lagu ditampilkan dalam konser ini. Beberapa di antaranya bahkan menjadi penampilan perdana di hadapan publik.

Salah satu penampilan yang cukup mencuri perhatian adalah Victoria yang membawakan lagu “Torang Satu Bangsa”. Lagu tersebut mengangkat tema persatuan dan rencananya akan dirilis sebagai single dalam waktu dekat.

Selain itu, Diva Ramaniya dan Alicia membawakan lagu “Rumah Kita”, sementara Raqcuell dari Palangkaraya menampilkan lagu “Indonesia Yang Kucinta” yang diaransemen oleh musisi Topati.

READ  EMPC 2024 Kembali Digelar, Siap Orbitkan Produser Musik Elektronik Indonesia ke Kancah Internasional

Suasana konser semakin meriah saat Unisound Children Choir tampil bersama Haris The Brother. Sebanyak 28 anggota paduan suara anak tersebut membawakan medley lagu daerah yang berhasil mendapatkan sambutan hangat dari para penonton.

Kolaborasi dengan Kuya Music Entertainment juga menjadi bagian penting dalam konser ini. Label musik yang berfokus pada pengembangan talenta muda tersebut menghadirkan sembilan penyanyi yang tampil dalam berbagai format, mulai dari solo, duet, hingga kolaborasi.

Perwakilan Kuya Music Entertainment, Brenda, mengatakan bahwa kerja sama dengan Master Vokal Indonesia diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat di industri musik.

“Kami memang berfokus untuk menjadi wadah bagi anak-anak muda agar bisa menjadikan musik sebagai jalur untuk meraih mimpi mereka sebagai musisi. Karena itu, kami bekerja sama dengan Master Vokal untuk mencari talenta-talenta muda yang nantinya diharapkan bisa berkontribusi bagi industri musik Indonesia,” ujarnya.

Salah satu penampilan yang cukup menarik perhatian datang dari Grace Z dan Sima Londra. Keduanya yang dikenal dengan genre rap mengaku mendapatkan tantangan baru karena harus membawakan lagu nasional yang berbeda dari karakter musik yang biasa mereka bawakan.

Meski hanya menjalani dua kali latihan bersama, keduanya tetap melakukan eksplorasi secara mandiri untuk memberikan penampilan terbaik di atas panggung.

Bagi penyelenggara, musik merupakan bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai perbedaan. Karena itu, konser ini mengusung konsep “Ini Kami Nusantara, Ini Kami Orang Indonesia.”

“Kalau ada isu-isu yang membuat kita saling bertentangan, musik bisa menjadi alat untuk mempersatukan kita,” kata Haris.

Konser ini juga membawa misi sosial melalui program penggalangan donasi untuk membantu masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui kegiatan tersebut, perayaan kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui pertunjukan seni, tetapi juga melalui aksi nyata untuk berbagi.

READ  Lifetime Tribute to Chrisye: Menghidupkan Kembali Warisan Sang Legenda

Ke depan, penyelenggara berharap Ini Kami Nusantara dapat berkembang menjadi gerakan budaya yang mampu menjangkau lebih banyak daerah di Indonesia.

Karena pada akhirnya, konser ini bukan sekadar tentang musik. Ini adalah panggung bagi mereka yang memiliki mimpi, tempat bagi mereka yang ingin belajar, dan ruang bagi siapa saja yang ingin membuktikan bahwa karya tidak mengenal batas.

Latest

- Advertisement - spot_img

You might also like...