Danilla, Otta Tarrega, dan Lafa Pratomo Kembali Berkolaborasi Lewat Candramawa

Musiclive.id | Perjalanan musik Danilla Riyadi kembali memasuki babak baru melalui album Candramawa. Album penuh tersebut menjadi ruang pertemuan kembali Danilla dengan dua rekan kreatif yang telah lama mendampingi perjalanan musikalnya, Otta Tarrega dan Lafa Pratomo.

Kolaborasi Danilla, Lafa, dan Otta bukanlah kerja sama yang baru terjalin. Ketiganya telah menjadi bagian dari proses kreatif yang membentuk perkembangan musik Danilla dalam beberapa tahun terakhir, terutama melalui album POP SEBLAY yang dirilis pada 2022.

Sebelum sampai pada Candramawa, Danilla telah membangun karakter musikalnya melalui album debut Telisik pada 2014. Perjalanan tersebut berlanjut dengan Lintasan Waktu pada 2017 dan POP SEBLAY pada 2022.

Lafa Pratomo memiliki hubungan kreatif yang panjang dengan Danilla. Ia telah terlibat sejak era Telisik dan kemudian kembali menjadi bagian dari proses penggarapan Lintasan Waktu serta POP SEBLAY. Perannya mencakup produksi, penulisan lagu, aransemen, hingga membantu menerjemahkan gagasan musikal menjadi karya yang lebih utuh.

Sementara itu, Otta Tarrega juga menjadi salah satu sosok yang memberikan warna dalam proses kreatif Danilla. Sebagai musisi, penulis lagu, penata musik, dan produser, Otta ikut terlibat dalam eksplorasi musik Danilla, terutama ketika mereka mengembangkan pendekatan yang lebih bebas dalam POP SEBLAY.

Dalam album tersebut, Danilla, Lafa, dan Otta memiliki ruang untuk mengembangkan berbagai gagasan tanpa terlalu terikat pada satu pendekatan musikal. Pola kerja tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan kolaboratif yang kemudian berlanjut hingga Candramawa.

Untuk album terbaru ini, Danilla kembali duduk bersama Lafa dan Otta sebagai tiga produser utama. Ketiganya menjadi inti dari proses musikal yang berlangsung sepanjang 2024–2025.

Sebagian proses penggarapan Candramawa dilakukan di Bantul, Yogyakarta. Lingkungan yang lebih tenang menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan lokasi produksi. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi Danilla dan tim untuk menjalani proses kreatif dengan lebih leluasa.

READ  Dianna Dee Starlight Hadirkan Lagu "Tukang Bohong": Sindiran Pedas dengan Irama Menggoyang

Berbeda dari POP SEBLAY yang dikenal lebih eksploratif dan penuh permainan musikal, Candramawa membawa pendekatan yang lebih reflektif. Album ini mengangkat berbagai sisi kehidupan manusia, termasuk kenangan, luka, ketakutan, kehilangan, serta proses menerima keadaan.

Kolaborasi Danilla, Lafa, dan Otta dalam Candramawa akhirnya tidak hanya menjadi kelanjutan dari kerja sama sebelumnya. Ketiganya kembali menyatukan pengalaman, gagasan, serta karakter musikal masing-masing untuk membentuk karya yang sesuai dengan fase baru perjalanan Danilla.

Album Candramawa berisi delapan lagu dengan durasi sekitar 30 menit. Lagu-lagu tersebut adalah Pertunjukan Terakhir, Prasangka (feat. Bilal Indrajaya), Kata Siapa, Anaking, Cinta Pertama, Lembar Biru, Dasawarsa, dan Setitik (feat. hara & Sandrayati).

Selain Danilla, Lafa, dan Otta, album ini juga menghadirkan kolaborator lain, seperti Bilal Indrajaya, hara, dan Sandrayati. Kehadiran mereka memperkaya warna vokal dan musikal dalam sejumlah lagu di dalam album.

Salah satu karya yang menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju Candramawa adalah Pertunjukan Terakhir. Lagu tersebut ditulis oleh Danilla bersama Otta dan Lafa dengan mengangkat tema kehilangan.

Melalui lagu tersebut, persoalan kehilangan tidak hanya dilihat dari sudut pandang orang yang ditinggalkan. Ceritanya juga mencoba melihat perjalanan seseorang yang telah pergi dan bagaimana kisah hidupnya akhirnya sampai pada bagian penutup.

Kolaborasi panjang Danilla, Lafa, dan Otta pada akhirnya menjadi salah satu fondasi penting dalam perkembangan musikal Danilla. Dari Telisik, Lintasan Waktu, POP SEBLAY, hingga Candramawa, hubungan kreatif ketiganya terus berkembang mengikuti perubahan karakter dan kebutuhan musik Danilla.

Kini, Candramawa menjadi penanda terbaru dari perjalanan tersebut. Album ini memperlihatkan bagaimana pengalaman kolaborasi yang telah terbangun selama bertahun-tahun dapat kembali menemukan bentuk baru, sekaligus membawa Danilla memasuki fase musikal yang lebih reflektif dan personal. nic

READ  Viola Harahap Luncurkan Album Candu di CFD Jakarta, Aransemen Baru Lagu Legendaris Asmara Jadi Sorotan

Latest

- Advertisement - spot_img

You might also like...