Musiclive.id | Lea Simanjuntak menghadirkan pendekatan visual berbeda melalui video klip terbaru “Ruang Dihatimu”. Karya tersebut memadukan rekaman langsung, teknologi kecerdasan buatan atau AI generatif, serta elemen 3D untuk membangun dunia visual yang imajinatif.
Video klip “Ruang Dihatimu” kini dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi Lea Simanjuntak. Kehadirannya menyusul perilisan lagu tersebut di berbagai layanan musik digital pada 9 September 2026.
Dalam video klip ini, Lea tampil di sejumlah lanskap yang memiliki karakter berbeda, mulai dari padang bunga, gurun pasir hitam, pantai saat senja, hingga hutan berkabut. Penampilan Lea dan para pemain direkam secara langsung, sementara lingkungan visual dikembangkan menggunakan bantuan AI dan elemen 3D.
Pendekatan tersebut membuat ekspresi dan gerakan para pemain tetap berasal dari rekaman nyata, sementara dunia di sekeliling mereka dapat dikembangkan secara lebih bebas melalui proses pascaproduksi.
Bagi Lea, “Ruang Dihatimu” memiliki cerita tentang seseorang yang berada dalam fase jenuh, terjebak, bahkan hampir kehilangan harapan. Di tengah kondisi tersebut, muncul sebuah momen yang secara tidak terduga mengembalikan semangat untuk kembali melangkah dan merasakan cinta.
Pesan itu kemudian berkembang menjadi keberanian untuk kembali membuka hati, menerima kehadiran seseorang, serta memberikan ruang bagi orang lain tanpa harus kehilangan diri sendiri.
Lea menyebut proses produksi video klip ini sebagai pengalaman yang unik. Salah satu bagian yang berkesan adalah ketika dirinya harus menjalani pengambilan gambar di dalam air untuk kemudian dipadukan dengan lingkungan visual berbantuan AI.
Ia juga menyambut keterlibatan teman-teman dari Agak Laen dalam proyek tersebut. Menurut Lea, kedekatan yang sudah terjalin sebelumnya menjadi salah satu modal untuk membuat interaksi di dalam video terasa lebih alami.
Video klip ini disutradarai bersama Alain Goenawan dan Calengklik atau Galih Pratama. Lea bertindak sebagai produser eksekutif, sementara Nur Satriatama menjadi produser.
Calengklik membawa pengalaman sekitar 15 tahun sebagai seniman visual di industri film dan seni rupa Indonesia. Sementara Alain memiliki pengalaman sebagai sutradara, fotografer, videografer, sekaligus produser musik.
Menurut kedua sutradara, penggunaan AI dan aset 3D membuka kemungkinan untuk menghadirkan adegan yang kompleks maupun surealis melalui proses pascaproduksi dengan penggunaan anggaran yang lebih efisien.
Rekaman langsung tetap menjadi dasar utama. Gerakan, ekspresi, serta komposisi subjek mengacu pada hasil pengambilan gambar asli, sementara AI dimanfaatkan untuk mengembangkan tekstur dan latar visual.
Khusus untuk Lea, penampilan, ekspresi, serta sinkronisasi bibir seluruhnya bersumber dari rekaman asli. Wajah Lea tidak dihasilkan ataupun dimanipulasi menggunakan AI.
Proses pengambilan gambar dilakukan menggunakan latar putih dan penanda pelacakan. Untuk adegan bawah air, proses syuting dilakukan di kolam. Setelah itu, pemetaan kedalaman dan pelacakan objek digunakan untuk mengembangkan lingkungan visual dalam tahap pascaproduksi.
Konsistensi kostum, arah cahaya, perspektif, serta pergerakan kamera juga menjadi bagian penting selama produksi. Tiga pergantian kostum Lea digunakan untuk menandai perubahan babak dalam narasi video.
Melalui “Ruang Dihatimu”, Lea Simanjuntak tidak hanya menghadirkan lagu dalam bentuk audio, tetapi juga membangun pengalaman visual yang mempertemukan ekspresi manusia dengan teknologi visual generatif. nic


