Musiclive.id | Kolaborasi bersama penyanyi legendaris Chrisye melalui lagu “Ketika Tangan dan Kaki Berkata” menjadi salah satu pengalaman paling emosional dalam perjalanan musik Cakra Khan.
Penyanyi bersuara khas tersebut mengaku membutuhkan waktu hampir enam jam untuk menyelesaikan proses rekaman lagu yang memadukan vokalnya dengan rekaman suara asli mendiang Chrisye.
Pengalaman itu terasa berbeda dibandingkan proses rekaman lagu-lagu lainnya. Jika biasanya Cakra dapat menyelesaikan rekaman hanya dalam satu hingga dua jam, kali ini ia membutuhkan waktu jauh lebih lama karena ingin menjaga karakter dan esensi dari lagu legendaris tersebut.
Cakra mengungkapkan bahwa mendengarkan suara Chrisye secara langsung melalui rekaman tanpa iringan musik memberikan pengalaman emosional yang sulit dilupakan.
“Saya sangat excited dengan kolaborasi ini, meskipun beliau sudah tidak ada tapi karya beliau dan suara beliau masih tetap hidup hingga saat ini. Saya waktu itu di studio mendengarkan suara mendiang Chrisye tanpa musik, suaranya saja, merindingnya luar biasa,” ungkap Cakra.
Menurutnya, tantangan terbesar dalam proyek tersebut adalah bagaimana memasukkan karakter vokalnya ke dalam lagu yang sudah memiliki identitas kuat tanpa menghilangkan ruh dan esensi aslinya.
Ia berusaha memberikan interpretasi terbaik sekaligus tetap menghormati karakter musikal Chrisye yang telah melekat kuat di hati masyarakat Indonesia.
Proses panjang tersebut akhirnya membuahkan hasil. Lagu “Ketika Tangan dan Kaki Berkata” versi Cakra Khan dan mendiang Chrisye resmi dirilis pada 4 Februari 2026 melalui kolaborasi MyMusic Records dan Musica Studios.
Karya tersebut kemudian mendapatkan pengakuan di ajang Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards ke-29 dengan memenangkan kategori Karya Produksi Lagu Berlirik Spiritual Islami Terbaik.
Penghargaan itu diterima Cakra dalam malam penganugerahan bertema “Ruang Nada Nusantara” pada Rabu (4/11), di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan.
Bagi Cakra, kemenangan tersebut merupakan keberhasilan seluruh pihak yang terlibat dalam proyek musik tersebut. Ia pun mempersembahkan piala AMI Awards untuk mendiang Chrisye, mendiang Taufiq Ismail, serta tim produksi.
Melalui pengalaman ini, Cakra berharap karya-karya legendaris tetap dapat dinikmati oleh generasi baru tanpa kehilangan nilai dan pesan yang terkandung di dalamnya. nic


