Musiclive.id | Pengkhianatan dalam sebuah hubungan tidak selalu berakhir ketika dua orang memutuskan berpisah. Terkadang, luka justru muncul ketika salah satu pihak memilih pergi setelah sebelumnya membangun janji dan komitmen bersama. Gambaran tersebut menjadi inti cerita dalam single terbaru band The Morbius berjudul “Semu”.
Dirilis pada Jumat (6/11/2026), lagu ini menjadi single ketiga The Morbius sepanjang 2026. Melalui karya tersebut, band ini mencoba menyampaikan pengalaman emosional tentang janji yang ternyata tidak sesuai dengan kenyataan.
“Semu” menggambarkan perasaan seseorang yang pernah memperjuangkan hubungan, tetapi akhirnya harus menerima kenyataan bahwa komitmen yang dibangun bersama ditinggalkan secara sepihak.
The Morbius melihat pengalaman seperti ini memiliki tekanan emosional yang mendalam. Sebab, seseorang bukan hanya kehilangan hubungan, tetapi juga harus menghadapi kenyataan bahwa kepercayaan yang diberikan selama ini seolah tidak berarti.
“Paling menyakitkan itu bukan perpisahannya, tapi ketika kita sudah sama-sama berkomitmen, lalu salah satu pergi tanpa penjelasan. Itu yang membuat lukanya dalam,” ungkap The Morbius.
Cerita tersebut kemudian dikemas dalam lirik yang emosional dengan dukungan aransemen musik pop-rock bernuansa dark/gothic. Pendekatan ini membuat “Semu” tidak hanya terdengar sebagai lagu patah hati biasa, tetapi juga menghadirkan atmosfer musikal yang lebih intens.
Vokalis The Morbius mengungkapkan, band sengaja menghadirkan pendekatan berbeda agar pendengar dapat merasakan tekanan emosi yang disampaikan melalui lagu.
“Di lagu ini kami sengaja keluar dari zona nyaman. Kami ingin pendengar merasakan tekanan emosinya, bukan sekadar mendengar lagu galau biasa,” tuturnya.
Lagu ini diciptakan oleh Budhila, sosok yang dikenal sebagai penyanyi melalui lagu “Janji Hati”. Menurut Budhila, inspirasi penulisan “Semu” berangkat dari kegelisahannya melihat banyak orang yang pernah berjuang bersama dalam sebuah hubungan, tetapi akhirnya ditinggalkan begitu saja.
“Saya menulis ‘Semu’ untuk mereka yang pernah berjuang bersama, lalu ditinggalkan begitu saja. Saya ingin mereka merasa didengarkan lewat lagu ini,” kata Budhila.
Ia juga menilai The Morbius memiliki karakter musikal yang tepat untuk menyampaikan pesan emosional dalam lagu tersebut. Eksplorasi musik dan keberanian band dalam mencoba warna baru menjadi pertimbangan dalam memilih mereka sebagai pembawa lagu.
Melalui “Semu”, The Morbius ingin memberikan ruang bagi pendengar untuk mengenali dan menerima perasaan kecewa yang pernah dialami. Lagu ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pengalaman dikhianati bukan berarti seseorang harus berhenti melangkah.
Single “Semu” sudah dapat dinikmati melalui Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan seluruh platform musik digital. nic


