Musiclive.id – Perjalanan Billkiss tidak selalu berjalan mulus. Di balik musik dan penampilan di atas panggung, band tersebut juga harus melewati perubahan personel, kehilangan, keraguan, hingga berbagai keputusan sulit.
Kisah tersebut kini dituangkan bassist sekaligus songwriter Billkiss, Helvi Eriyanti, dalam buku BILLKISS: Cerita #1 — Dari Nol Sampai Bunyi.
Buku yang diterbitkan H.Y.D.R.A. ini resmi memasuki masa pre-order pada 10 Agustus 2026 dengan harga Rp70.000. Sebanyak 102 halaman di dalamnya merekam perjalanan Billkiss dari masa awal hingga berhasil melahirkan album pertama Cerita #1.
Salah satu bagian yang cukup emosional adalah ketika gitaris Billkiss, Qpot, memutuskan untuk meninggalkan band pada 2025.
Keputusan tersebut terjadi hanya beberapa hari sebelum Billkiss dijadwalkan tampil di panggung utama Jakarta Fair 2025. Situasi itu menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi Helvi dan personel lainnya.
Namun, Helvi memilih melihat perubahan tersebut sebagai bagian dari perjalanan.
“People come and go itu wajar, dan enggak apa-apa banget, selama kita tetap bisa fokus sama tujuan awal,” kata Helvi.
Alih-alih menghentikan langkah, Billkiss kemudian meneruskan perjalanan bersama Maulin.
Menariknya, Helvi justru menemukan sisi lain dari kondisi tersebut. Menurutnya, setelah berjalan hanya berdua, proses Billkiss terasa lebih ringan.
“Aku ingat tujuan awalku, aku ingin Billkiss punya album. Jujur, ternyata setelah jalan hanya berdua, jalan Billkiss malah makin ringan,” ungkapnya.
Perjalanan itu akhirnya membawa Billkiss menuju pencapaian penting, yakni menyelesaikan album pertama mereka, Cerita #1.
Bagi Helvi, pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan mengapa perjalanan Billkiss layak dituangkan dalam bentuk buku. Cerita yang ada di dalamnya bukan hanya tentang keberhasilan, melainkan juga bagaimana mereka menghadapi berbagai persoalan sebelum mencapai tujuan.
Pihak H.Y.D.R.A. menilai sisi tersebut justru membuat buku Dari Nol Sampai Bunyi memiliki cerita yang lebih luas.
“Ada banyak hal di balik sebuah lagu yang mungkin enggak pernah sampai ke telinga pendengar: latihan, kegagalan, kehilangan, rasa lelah, keputusan-keputusan sulit, sampai keberanian untuk memulai lagi,” ungkap H.Y.D.R.A.
Buku ini pun tidak hanya ditujukan untuk penggemar Billkiss atau musisi. Ceritanya diharapkan dapat dibaca masyarakat umum yang sedang membangun sesuatu, mengejar mimpi, maupun berada dalam fase ketika usaha mereka belum menunjukkan hasil.
Bagi Helvi, jatuh dalam perjalanan bukan alasan untuk berhenti.
“Jatuh boleh, tapi abis itu bangkit lagi, jalan lagi, nulis lagu lagi, rilis lagi,” tuturnya.
Pesan tersebut menjadi salah satu semangat utama yang dibawa melalui buku BILLKISS: Cerita #1 — Dari Nol Sampai Bunyi.
Buku ini menjadi cerita pertama dari perjalanan Billkiss yang hingga kini masih berlangsung. Setelah album pertama, mereka telah menyiapkan album kedua, buku kedua, dan karya-karya baru lainnya. Perjalanan Billkiss belum selesai. Mereka masih terus bunyi. nic


