Musiclive.id | Setelah beberapa pekan membuat publik bertanya-tanya melalui unggahan misterius di media sosial, teka-teki kolaborasi antara Roni Joni, Rycko Ria, dan Naomi Ivo akhirnya terjawab. Tiga musisi dengan latar belakang berbeda itu resmi mengumumkan proyek bersama bertajuk “Dopamine (Bukan Haluuu)”, sebuah single yang digadang-gadang akan menjadi salah satu rilisan paling menarik di industri musik Indonesia tahun 2026.
Sebelumnya, para penggemar dibuat penasaran dengan serangkaian video singkat yang menampilkan suasana studio rekaman, potongan proses kreatif, hingga kata “Dopamine” yang berulang kali muncul dalam unggahan mereka. Kini, rasa penasaran tersebut terjawab sekaligus membuka ekspektasi baru terhadap karya yang tengah dipersiapkan ketiganya.
Kolaborasi ini menarik perhatian karena mempertemukan tiga karakter musikal yang berbeda. Roni Joni dikenal sebagai DJ asal Jakarta yang konsisten menghadirkan energi elektronik melalui berbagai remix dan edit musik yang populer di kalangan pendengar digital. Sementara Rycko Ria memiliki identitas kuat lewat sentuhan breakbeat dan remix khas yang membangun komunitas penggemar tersendiri.
Di sisi lain, Naomi Ivo hadir membawa warna berbeda. Penyanyi sekaligus aktris berusia 20 tahun itu dikenal sebagai salah satu talenta muda yang memiliki karakter vokal emosional dan lirik yang dekat dengan pengalaman generasi muda. Melalui karya-karya seperti Addiction, Tarik Ulur, dan Selesai, Naomi berhasil membangun identitas yang kuat di industri musik pop Indonesia.
“Kolaborasi ini menjadi pertemuan energi yang berbeda. Kami ingin menghadirkan sesuatu yang segar dan bisa dinikmati banyak kalangan,” ungkap Roni Joni mengenai proyek tersebut.
Senada dengan itu, Rycko Ria menyebut proses kreatif dalam single ini memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan proyek-proyek sebelumnya. Menurutnya, perpaduan unsur elektronik, breakbeat, dan vokal pop emosional menjadi kekuatan utama yang membuat lagu ini memiliki karakter unik.
Sementara itu, Naomi Ivo mengaku antusias bisa terlibat dalam proyek lintas genre tersebut. “Aku sangat menikmati prosesnya karena masing-masing membawa identitas musik yang kuat. Semoga lagu ini bisa memberikan pengalaman baru bagi para pendengar,” kata Naomi.
Meski konsep lengkap lagu masih dirahasiakan, judul “Dopamine (Bukan Haluuu)” telah memicu berbagai spekulasi di kalangan penggemar. Banyak yang menduga lagu tersebut akan mengangkat perasaan bahagia, euforia, atau sensasi jatuh cinta yang sering dikaitkan dengan hormon dopamin. Namun tambahan frasa “Bukan Haluuu” membuat publik semakin penasaran terhadap pesan yang ingin disampaikan.
Single “Dopamine (Bukan Haluuu)” dijadwalkan segera hadir di berbagai platform digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube Music. Dengan kombinasi nama besar di ranah musik elektronik serta vokal muda yang tengah naik daun, kolaborasi ini berpotensi menjadi salah satu karya yang paling banyak dibicarakan sekaligus menjadi “dopamine baru” bagi para penikmat musik Indonesia. nic


