Musiclive.id | Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon mengapresiasi konsistensi Indonesia Drum & Perkusi Festival (IDP Fest) yang telah berlangsung selama satu dekade. Menurutnya, festival tersebut tidak hanya menjadi panggung pertunjukan, tetapi juga berperan dalam melahirkan dan mengembangkan generasi baru musisi perkusi.
Hal tersebut disampaikan Fadli saat menghadiri puncak perayaan 1 Dekade IDP Fest 2026 di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Sabtu (5/9/2026).
Fadli menilai perjalanan selama 10 tahun menunjukkan bahwa IDP Fest memiliki komitmen kuat untuk mempertahankan keberlanjutan ekosistem musik perkusi.
“Ini adalah satu pencapaian yang menurut saya luar biasa, bisa sustainable, bisa berlangsung selama 10 tahun berturut-turut,” ujar Fadli Zon.
Menurut Fadli, salah satu hal menarik dari festival tersebut adalah keterlibatan peserta dari kalangan generasi muda. Ia melihat banyak peserta yang masih berusia sangat belia tetapi sudah memiliki kemampuan bermusik yang baik.
“Kita sudah lihat tadi bagaimana kemampuannya dan masih banyak yang berusia sangat belia, sangat muda. Kesempatan ke depan ini masih banyak,” katanya.
Keterlibatan generasi muda tersebut dinilai penting karena regenerasi menjadi salah satu kunci keberlangsungan musik perkusi Indonesia. Semakin banyak anak muda yang mengenal dan memainkan alat musik perkusi, semakin besar pula peluang musik tersebut berkembang.
Selain regenerasi, Fadli menyoroti kekayaan instrumen perkusi tradisional Indonesia. Setiap daerah memiliki alat musik tabuh dengan karakter dan teknik permainan yang menjadi bagian dari identitas budaya masing-masing.
Fadli mendorong kekayaan tersebut untuk diperkenalkan ke tingkat internasional.
“Jadi alat-alat tabuh kita, perkusi kita juga perlu kita perkenalkan di tengah-tengah peradaban dunia,” tegasnya.
Menurutnya, eksplorasi musik yang menggabungkan instrumen tradisional dengan perkusi Barat merupakan salah satu cara untuk memperluas jangkauan musik Indonesia. Kolaborasi tersebut dapat menjadi ruang kreativitas sekaligus memperkenalkan karakter musik Nusantara kepada masyarakat global.
IDP Fest sendiri memasuki dekade kedua dengan konsep yang tidak sekadar berorientasi pada pertunjukan. Festival tersebut memadukan pertunjukan musik, coaching clinic, edukasi, regenerasi, serta pengenalan alat musik perkusi dan non-perkusi khas Indonesia.
IDP Fest 2026 juga berkolaborasi dengan IDP Orchestra dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki.
Dengan konsistensi selama 10 tahun dan keterlibatan generasi muda, IDP Fest diharapkan dapat terus menjadi ruang tumbuh bagi musisi perkusi Indonesia.
Ke depan, regenerasi yang telah dibangun di tingkat nasional diharapkan dapat berkembang menjadi kekuatan baru yang membawa musisi serta instrumen perkusi Nusantara tampil di berbagai panggung internasional. nic


