Yura Yunita Jadikan Pertiwi Live Piano Version sebagai Ruang Penyembuhan, Pesannya Bikin Merinding!

Musiclive.id | Tidak semua rasa lelah harus disembunyikan dan tidak setiap kesedihan harus dipendam. Pesan itulah yang ingin disampaikan Yura Yunita melalui karya terbarunya, “Pertiwi” (Live Piano Version), yang hadir sebagai ruang hening untuk membantu pendengar berdamai dengan berbagai emosi.

Di tengah situasi kehidupan yang penuh tantangan, Yura menghadirkan pendekatan musikal yang lebih intim. Kali ini, ia mengandalkan kekuatan dentingan piano untuk menyampaikan pesan tentang ketahanan, cinta, dan harapan.

Kehadiran versi Live Piano bukan hanya menjadi variasi aransemen dari lagu sebelumnya. Yura ingin menciptakan pengalaman yang lebih personal, seolah memberikan pelukan hangat kepada siapa pun yang sedang merasa lelah menghadapi keadaan.

Yura mengungkapkan bahwa setiap kali mendengarkan lagu “Pertiwi”, dirinya merasakan berbagai emosi yang datang bersamaan.

“Setiap kali mendengarkan ‘Pertiwi’, ada campur aduk perasaan yang muncul di dada saya—rasa lelah, haru, namun sekaligus ada cinta dan kehangatan yang begitu besar merengkuh,” ungkap Yura Yunita.

Pengalaman emosional tersebut kemudian menjadi salah satu alasan Yura menghadirkan versi piano. Ia ingin pendengar memiliki kesempatan untuk mengambil jeda, merenungkan keadaan, dan kembali menemukan keberanian.

Dalam karya ini, piano menjadi elemen utama yang membawa suasana lebih tenang sekaligus menyentuh. Aransemen yang kompleks dan penuh dinamika memberikan ruang bagi setiap nada untuk menyampaikan perasaan yang mungkin sulit diungkapkan melalui kata-kata.

Yura juga menjelaskan bahwa versi Live Piano memiliki hubungan erat dengan video musik resmi “Pertiwi”. Jika MV menghadirkan berbagai gejolak emosi melalui visual, versi piano menjadi bagian yang memberikan ketenangan setelah pendengar diajak menyelami realitas yang penuh tekanan.

“Jika video musiknya memantik semua gejolak emosi dari kerasnya realitas akhir-akhir ini, saya ingin dentingan piano ini hadir sebagai pelukan penenangnya,” jelasnya.

READ  "Jangan Ganggu Hari Ini" Jadi Cara Turbokidz Merayakan Pentingnya Jeda

Lebih jauh, Yura menegaskan bahwa pesan utama yang ingin disampaikan adalah tentang pentingnya tidak menyerah pada keadaan. Baginya, menolak padam bukan berarti harus terus memaksakan diri untuk terlihat kuat.

“Menolak padam bukan berarti kita tidak boleh merasa lelah atau bersedih. Justru di saat kita mendengarkannya dalam ruang hening, kita sedang memupuk kembali sisa-sisa keberanian dan rasa percaya,” katanya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki proses masing-masing dalam menghadapi kesulitan. Memberikan ruang untuk beristirahat, merasakan kesedihan, dan kembali menguatkan diri merupakan bagian dari perjalanan mempertahankan harapan.

Melalui “Pertiwi” (Live Piano Version), Yura Yunita berharap musiknya dapat menjadi teman bagi masyarakat untuk melewati masa-masa sulit sekaligus menjaga kepedulian terhadap tanah air.

Video eksklusif karya tersebut dapat dinikmati melalui kanal YouTube resmi Yura Yunita. Ia juga mengajak publik menyaksikan kembali MV “Pertiwi” agar dapat merasakan keutuhan pesan dari kedua karya yang saling melengkapi tersebut. ich

Latest

- Advertisement - spot_img

You might also like...